Inovasi Pembelajaran Sains, Tim PKM UMRAH Gelar Pelatihan Eksperimen Fisika Berbasis Sensor bagi Guru SMP di Tanjungpinang
Tanjungpinang – Pembelajaran fisika sering kali dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang dipenuhi rumus-rumus dan konsep abstrak sehingga kurang menarik bagi sebagian peserta didik. Padahal, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), peserta didik berada pada fase perkembangan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan membutuhkan pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan praktikum maupun eksperimen.
Melihat kondisi tersebut, serta masih terbatasnya pemanfaatan alat praktikum berbasis teknologi sederhana di sekolah, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bekerja sama dengan PGRI Kota Tanjungpinang menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Alat Peraga dan Eksperimen Fisika Kontekstual Berbasis Sensor Sederhana bagi Guru IPA/Fisika Tingkat SMP/sederajat di Kota Tanjungpinang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026 di Working Space Room, Gedung Gurindam B, Kampus UMRAH Dompak ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026.
Tim PKM dipimpin oleh Doli Bonardo, S.Si., M.Si. dengan anggota Arie Afriadi, S.T., M.P.W.K. dan Karla Amelia, S.Pd., M.Sc. Pelatihan diikuti oleh 20 guru IPA/Fisika tingkat SMP/sederajat yang tergabung dalam PGRI Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutannya, Doli Bonardo menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran IPA/Fisika yang lebih kontekstual melalui pemanfaatan alat peraga dan eksperimen berbasis sensor sederhana.
“Usia SMP merupakan fase yang sangat penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap sains. Karena itu, pembelajaran tidak cukup hanya melalui teori, tetapi perlu memberikan pengalaman nyata melalui kegiatan eksperimen. Kami berharap para guru dapat memanfaatkan kit edukasi ini sebagai media pembelajaran yang menarik, mudah diterapkan, dan mampu menumbuhkan minat siswa terhadap sains dan teknologi,”
– Doli Bonardo, S.Si., M.Si.
Ia juga menjelaskan bahwa kit edukasi yang digunakan dalam pelatihan dirancang menggunakan komponen elektronika sederhana yang mudah diperoleh dan dirakit kembali oleh guru maupun siswa. Dengan demikian, kit tersebut dapat menjadi alternatif praktikum yang murah, aman, dan berkelanjutan di sekolah.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pembelajaran IPA/Fisika berbasis eksperimen kontekstual yang mengintegrasikan keterampilan proses sains, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, serta penerapan teknologi sederhana dalam pembelajaran.
Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik perakitan Kit Edukasi Sensor Sederhana yang terdiri atas kit sensor cahaya (LDR), kit sensor suhu (termistor), dan kit water level empat indikator.
Melalui kegiatan praktik tersebut, para guru tidak hanya mempelajari prinsip kerja masing-masing sensor, tetapi juga merakit rangkaian, menguji fungsi alat, hingga mengimplementasikannya dalam praktikum fisika sederhana yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Seluruh peserta juga memperoleh modul pelatihan, modul perakitan kit, serta modul praktikum sebagai bahan pendamping implementasi pembelajaran.
PGRI Kota Tanjungpinang, yang dalam hal ini diwakili oleh Sugeng Fitri Aji, M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan oleh guru karena memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.
“Kami mengapresiasi UMRAH yang telah menghadirkan pelatihan yang sangat bermanfaat bagi guru-guru IPA/Fisika. Harapan kami, kompetensi yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik,”
– Sugeng Fitri Aji, M.Pd.I.
Untuk mengukur efektivitas pelatihan, tim PKM juga melaksanakan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi ini dilakukan agar peningkatan pemahaman peserta terhadap materi maupun penggunaan kit edukasi dapat diukur secara objektif.
Salah seorang peserta, Dudik Irawan, S.Si., guru SMP Negeri 17 Tanjungpinang, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang dapat mengikuti pelatihan ini. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan langsung dipraktikkan, sehingga kami lebih percaya diri untuk menerapkannya dalam pembelajaran di sekolah. Terima kasih kepada tim PKM UMRAH dan PGRI Kota Tanjungpinang atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini,”
– Dudik Irawan, S.Si.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM UMRAH berharap para guru semakin mampu mengembangkan pembelajaran IPA/Fisika berbasis eksperimen yang lebih kontekstual, kreatif, dan inovatif. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UMRAH dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kompetensi guru dan pengembangan teknologi tepat guna di bidang pendidikan.
Sebagai luaran kegiatan, tim PKM menghasilkan modul pelatihan, modul perakitan kit edukasi berbasis sensor sederhana, dan modul praktikum fisika kontekstual yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dalam mendukung pembelajaran IPA/Fisika di sekolah.
Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menyediakan perangkat pembelajaran yang dapat terus digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains di Kota Tanjungpinang.
