Flyer Workshop Akreditasi Program Studi, Tanjung Pinang, 29–30 Agustus 2026.
Workshop Akreditasi Tekankan Penguatan Visi Keilmuan, Kurikulum, dan Mutu Program Studi
Tanjung Pinang, 29–30 Agustus 2026
Workshop Akreditasi bersama Prof. Dr. Ir. Heri Purnomo, M.T., IPU, ASEAN Eng. memberikan penguatan strategis bagi Program Studi dalam mempersiapkan akreditasi sekaligus meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.
Kegiatan Workshop Akreditasi yang dilaksanakan pada 29–30 Agustus 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan Program Studi menghadapi proses akreditasi sekaligus membangun sistem pengelolaan akademik yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Workshop menghadirkan Prof. Dr. Ir. Heri Purnomo, M.T., IPU, ASEAN Eng. sebagai narasumber. Berbagai aspek strategis dalam pengembangan Program Studi dibahas secara komprehensif, mulai dari visi keilmuan, kurikulum, kerja sama, penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), keterlibatan mahasiswa, Capstone, skripsi, hingga sistem penjaminan mutu.
Fokus Utama Workshop
Memperkuat kekhasan dan identitas keilmuan Program Studi.
Menyelaraskan kurikulum dengan visi, kompetensi, dan kebutuhan dunia kerja.
Memperkuat integrasi penelitian dan PKM dengan pembelajaran.
Meningkatkan prestasi, publikasi, proses pembelajaran, dan kualitas lulusan.
Menguatkan integrasi kompetensi dan pengelolaan tugas akhir mahasiswa.
Menyiapkan data dan bukti kinerja secara berkelanjutan.
Memperkuat Kekhasan Visi Keilmuan
Dalam penyusunan visi keilmuan, Prof. Heri menekankan pentingnya kekhasan atau distinctiveness sebagai identitas utama sebuah Program Studi. Kekhasan tersebut tidak cukup hanya tertulis dalam dokumen visi, tetapi harus terlihat dan konsisten tercermin dalam berbagai aktivitas akademik.
Kekhasan Program Studi perlu diwujudkan melalui kurikulum, kepakaran dosen, penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, kerja sama, proses pembelajaran, hingga kompetensi lulusan. Dengan demikian, seluruh aktivitas akademik memiliki arah yang sama dan memperkuat identitas keilmuan Program Studi.
Inti penguatan: Visi keilmuan harus menjadi benang merah yang menghubungkan kurikulum, dosen, penelitian, PKM, kerja sama, pembelajaran, dan kompetensi lulusan.
Kerja Sama Harus Relevan dan Menghasilkan Luaran
Aspek kerja sama juga menjadi perhatian dalam workshop. Kerja sama Program Studi perlu memiliki keterkaitan yang jelas dengan visi keilmuan dan tujuan pengembangan Program Studi. Tidak hanya berhenti pada dokumen kerja sama, setiap kerja sama perlu dibuktikan melalui implementasi kegiatan dan luaran yang nyata.
Bukti implementasi dan luaran tersebut menjadi bagian penting dalam menunjukkan bahwa kerja sama memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, PKM, maupun pengembangan kompetensi mahasiswa.
Penelitian dan PKM Terintegrasi dengan Pembelajaran
Pada aspek penelitian, dosen didorong untuk tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam proses pembelajaran. Mahasiswa juga perlu mendapatkan ruang untuk terlibat dalam kegiatan penelitian, termasuk dalam proses menghasilkan karya ilmiah dan publikasi.
Sementara itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) perlu didukung oleh bukti implementasi serta luaran yang jelas. Keterkaitan antara penelitian, PKM, pembelajaran, dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan.
Capstone sebagai Puncak Integrasi Kompetensi
Workshop juga menyoroti Capstone sebagai puncak integrasi kompetensi mahasiswa. Capstone diarahkan untuk menghasilkan desain, produk, sistem, atau solusi konkret yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama proses pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Capstone tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga perlu memperhatikan aspek engineering, desain, dan finansial. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya dapat dirancang secara teknis, tetapi juga memiliki nilai guna dan kelayakan implementasi.
Penguatan Problem Solving Mahasiswa
Untuk jenjang S1, kemampuan problem solving menjadi salah satu fokus utama. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan nyata.
Kemampuan tersebut perlu dibangun secara bertahap melalui proses pembelajaran, praktikum, proyek, penelitian, Capstone, maupun tugas akhir. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki penguasaan teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam menghadapi tantangan di dunia profesional.
Pengelolaan Skripsi yang Lebih Terstruktur
Pengelolaan skripsi juga menjadi bagian yang mendapat perhatian. Proses penyelesaian tugas akhir perlu dilakukan secara lebih terstruktur dengan tahapan, monitoring, dan pendampingan yang jelas.
Pengelolaan yang baik diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir secara lebih efektif sekaligus mendukung pencapaian kelulusan tepat waktu.
Mahasiswa hebat, akreditasi hebat.
Pesan penguatan dalam Workshop Akreditasi
Mahasiswa sebagai Bagian Penting dalam Akreditasi
Mahasiswa menjadi salah satu fokus penting dalam proses akreditasi. Kualitas Program Studi pada akhirnya tercermin melalui kualitas mahasiswa dan lulusan yang dihasilkan.
Oleh karena itu, aspek seperti prestasi mahasiswa, publikasi, kualitas proses pembelajaran, kelulusan tepat waktu, serta kualitas lulusan perlu terus diperkuat. Pengembangan mahasiswa harus menjadi bagian integral dari strategi peningkatan mutu Program Studi.
Penjaminan Mutu Berbasis Data dan Bukti
Dari sisi penjaminan mutu, Program Studi perlu menyiapkan data dan bukti kinerja secara berkelanjutan. Dokumentasi tidak seharusnya hanya disiapkan menjelang proses akreditasi, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan Program Studi sehari-hari.
Penjaminan mutu yang kuat membutuhkan data yang konsisten, bukti kinerja yang terdokumentasi, serta pelaksanaan audit mutu internal yang selaras dengan instrumen akreditasi LAM.
Foto bersama peserta dan narasumber Workshop Akreditasi.
Akreditasi sebagai Bagian dari Budaya Mutu
Secara keseluruhan, workshop menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen, tetapi merupakan hasil dari sistem mutu yang berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Visi keilmuan, kurikulum, dosen, penelitian, PKM, mahasiswa, kerja sama, Capstone, skripsi, serta sistem penjaminan mutu harus saling terintegrasi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.
Melalui penguatan berbagai aspek tersebut, Program Studi diharapkan tidak hanya mampu memenuhi standar akreditasi, tetapi juga membangun budaya akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu, relevansi, inovasi, dan keberlanjutan.
Workshop Akreditasi Program Studi
Tanjung Pinang, 29–30 Agustus 2026
